Berita Umum

Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Faktor Kunci Investasi Industri Bioetanol Nasional

Dipublikasikan
28 Oktober 2026
Penulis
Corporate Communication
Dibaca
0 kali
Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Faktor Kunci Investasi Industri Bioetanol Nasional

JAKARTA, 28 Oktober 2026 - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan industri bioetanol nasional yang terintegrasi dan layak investasi. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), Mohammad Abdul Ghani, saat menjadi pembicara dalam panel diskusi “Fueling the Future: Building an Investable Bioethanol Industry” pada ajang Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF), Rabu (28/10).

Dalam forum tersebut, Mohammad Abdul Ghani menekankan bahwa pengembangan industri bioetanol nasional memerlukan kepastian ketersediaan lahan dan bahan baku, model bisnis yang terintegrasi, serta kepastian harga dan penyerapan produk. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi penting untuk menciptakan keekonomian proyek yang menarik bagi investor sekaligus menjaga keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Menurutnya, pengembangan bioetanol tidak cukup hanya mengandalkan teknologi pengolahan, tetapi harus mengintegrasikan sektor budidaya dan industri pengolahan dalam satu rantai nilai. Integrasi tersebut diperlukan untuk menjaga efisiensi biaya, menjamin kesinambungan pasokan bahan baku, dan memperkuat daya saing industri.

“Kalau untuk etanol ini, usulan saya harus pendekatannya business-to-business, pendekatannya komersial, sehingga bisa sustainable. Bahkan, suatu saat kita bisa ekspor bioetanol itu,” ujar Mohammad Abdul Ghani.

Dari sisi bahan baku, Agrinas Palma Nusantara memandang singkong memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan bioetanol karena relatif mudah dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. Selain singkong, sorgum dan jagung juga dapat menjadi alternatif dalam strategi diversifikasi bahan baku. Pengembangan komoditas tersebut perlu mempertimbangkan kesesuaian lahan, produktivitas, serta keterhubungannya dengan fasilitas pengolahan agar mampu membentuk ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Mohammad Abdul Ghani juga menyoroti kepastian lahan sebagai salah satu prasyarat utama untuk merealisasikan investasi industri bioetanol. Ketersediaan lahan yang memadai perlu diikuti dengan kepastian pemanfaatan sesuai ketentuan yang berlaku agar pengembangan bahan baku dapat direncanakan secara terukur.

“Pertama mungkin lahan. Jadi, apa pun yang akan kita tanam adalah lahan,” tegasnya.

Selain ketersediaan lahan dan bahan baku, kepastian pasar menjadi faktor penting dalam membangun industri bioetanol yang layak investasi. Keberadaan offtaker perlu didukung struktur harga yang memadai agar kegiatan usaha memiliki prospek pengembalian investasi yang jelas dan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Yang penting offtaker-nya itu punya treasury, harganya harus masuk,” ujar Mohammad Abdul Ghani, sebagaimana disampaikan dalam diskusi tersebut.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Agrinas Palma Nusantara mendorong pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan dan pengembangan lahan, budidaya bahan baku, mekanisasi pertanian, pengolahan, hingga distribusi produk. Perusahaan juga membuka peluang kolaborasi dengan Pertamina, investor, petani, koperasi, dan mitra strategis lainnya untuk memperkuat rantai pasok serta mempercepat pengembangan industri bioetanol nasional.

Sinergi dengan Pertamina menjadi salah satu elemen penting dalam pengembangan ekosistem tersebut, terutama untuk menghubungkan pasokan bahan baku dengan pengembangan fasilitas pengolahan dan penyerapan produk. Melalui kolaborasi ini, Agrinas Palma Nusantara mendorong terciptanya model bisnis yang lebih efisien, terintegrasi, dan memiliki kepastian pasar.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan juga menempatkan aspek keberlanjutan lingkungan dan sosial sebagai bagian penting dari pengembangan industri bioetanol. Pemanfaatan lahan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dengan memperhatikan perlindungan lingkungan, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan kebutuhan pangan dan energi.

WhatsApp Image 2026-10-28 at 5.10.00 PM (2).jpeg

Melalui partisipasi dalam DTIIF, Agrinas Palma Nusantara menegaskan perannya dalam mendorong pengembangan industri bioetanol nasional yang terintegrasi, berdaya saing, dan layak investasi. Pengembangan ekosistem tersebut diharapkan dapat mendukung implementasi E20, memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional, meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, serta menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.

Tentang PT Agrinas Palma Nusantara (Persero)

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan industri hilir dan produk turunannya, serta pembangunan ekosistem bioenergi untuk mendukung implementasi program B50 dan E20.

Dalam menjalankan mandat tersebut, Agrinas Palma berkomitmen mengoptimalkan potensi sumber daya nasional melalui pengelolaan perkebunan yang produktif, efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi negara dan masyarakat.

Seluruh kegiatan usaha dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), integritas, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas sebagai landasan dalam membangun perusahaan yang sehat, berdaya saing, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi nasional.